Langsung ke konten utama

Postingan

Judicial Review Jilid II. Siapa Yang Diuntungkan?

Rivalitas antar Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) nampaknya belum berhenti pasca empat belas tahun diundangkannya undang-undang nomor 23 tahun 2011. Untuk kedua kalinya gabungan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terhimpun dalam Indonesia Zakat Watch (IZW) melakukan pengujian UU zakat terhadap UUD 1945. IZW ini dimotori oleh Dompet Dhuafa dan Forum Zakat (FOZ) yang memang sejak dulu getol menyuarakan ketidakpuasan terhadap UU zakat nomor 23 tahum 2011. Pasal-pasal yang diajukan pun hampir sama dengan dengan Judicial Review Jilid I yakni 11 pasal dalam UU zakat ( Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 7 ayat (1), Pasal 16 ayat (1), Pasal 17, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, pasal 20, Pasal 38, Pasal 41, dan Pasal 43 ayat (3) dan ayat (4). Jika disederhanakan dari semua pasal-pasal yang diajukan, semuanya bermuara pada soal kewenangan pengelolaan zakat. Dalam hal ini IZW menganggap bahwa BAZNAS merupakan lembaga superbodi yang mengelola zakat di negeri ini. BAZNAS memiliki kewenangan sebagai operator, re...
Postingan terbaru

Zakat dan Konsep Ketahanan Pangan Nasional

Ketahanan pangan menjadi isu yang sangat hangat diperbincangkan saat ini. Seiring dengan melonjaknya harga kebutuhan pokok seperti beras dan cabe, ketahanan pangan negara kita disorot oleh masyarakat yang resah dengan kenaikan harga bahan pokok tersebut, utamanya pada beras. Seperti kita maklumi bersama, beras menjadi makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras menjadi salah satu indikator utama laju pertumbuhan inflasi di negara kita. Melonjaknya harga beras juga akan menaikkan laju inflasi. Melambungnya harga beras sampai pada kiasran Rp.18.000/Kg, menjadi persoalan tersendiri yang dihadapi oleh pemerintah Jokowi dan kabinetnya. Isu ketahanan pangan banyak disorot oleh berbagai pihak mengingat Indonesia adalah negara agraris. Menurunnya produksi gabah menjadi perhatian semua elemen. Alasan mulai dari dampak Elnino sampai pada menyusutnya lahan pertanian di Indonesia dikemukakan oleh para ahli maupun pemerintah (Kementerian Pertanian). Persoalan ini hampir luput dari sorotan media ...

Spiritualis dan Kontestasi Bakal Calon Legeslatif

Ada saja yang menggelitik bila bertemu dan bercanda dengan sahabat-sahabat Ansor. Ramdahan menjadi bulan yang tidak biasa bagi saya secara pribadi. Banyak penyesuaian waktu yang harus saya lakoni karena ritual-ritual yang ada di dalamnya. Namun, tidak halnya dengan kebiasaan yang satu ini "Ngopi". Ngopi tetap menjadi kebiasaan ajeg yang saya lakukan di malam hari sejak di pesantren sampai hari ini. Untuk menghilangkan penat dan capek setelah seharian penuh, ngopi menjadi alternatif relaksasi menghilangkan semua pikiran sumpek dan jibek menjelang tidur. Satu cangkir kopi, gojlokan , diskusi ringan-ringan selalu asik untuk menghibur diri dan membuat perasaan menjadi tenang dan lega. Akan tetapi, Kebiasaan ini tidak setiap malam saya lakukan, mungkin satu minggu hanya sekali atau dua kali, itupun setelah semua urusan dengan anak dan istri beres. Mengantar belanja, cari cemilan hingga hanya sekedar jalan-jalan cari angin malam. Diskusi beberapa malam yabg laku dengan beberapa ...

Sebelum ke Sana mas, Tanyalah Dulu Apa Yang Harus Diperbuat Bangsa Ini

Judul di atas adalah potongan kalimat yang didawuhkan oleh al-Maghfurlah KH. Adurrahman Wahid Presiden Ke-4 RI pada acara Kick Andy yang dipandu oleh presenter kawakan Metro TV Andy F. Noya. Video yang diunggah sepuluh tahun yang lalu masih sering saya nikmati dan resapi kata-kata yang diungkapkan Gus dur dalam acara tersebut. Tak terhitung berapa kali saya menonton dan tidak ada rasa bosan setiap kali menontonnya.  Dalam acara tersebut, Andi F. Noya dibuat jegeg (jengkel) oleh Gus dur karena jawaban-jawaban beliau yang terkesan seenaknya sendiri. Namun Gus dur tetaplah Gus dur sosok guru bangsa dan negarawan yang paham betul bagaimana megurus negara ini. Dalam acaranya Andi F. Noya mencoba menggali kisah kehidupan Gus dur mulai dari awal sampai beliau menjabat pucuk tertinggi negara ini.  Hal yang paling banyak diuber oleh Andi F. Noya seputar pelengseran Gus dur dari kursi kepresidenan. Pelengseran Gus dur adalah hal tragis yang dialamiseorang presiden dalam sejarah ba...

Istiqamah

KESUCIAN ‘IDUL FITRI DAN KEBEBASAN DARI COVID-19

Perayaan ‘Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemeriahan dan suasana riang gembira sedikit tertahan akibat Pandemi Covid-19. Perayaan ‘Idul Fitri yang erat dengan hiruk pikuk arus mudik, takbir keliling, shalat ‘Idul Fitri, silaturrahim, tidak kita jumpai pada tahun ini. Ketakutan dan keresahan masyarakat akibat penularan Covid-19, membuat masyarakat memilih beraktivitas di rumah. Selain itu, himbauan dan anjuran pemerintah yang gencar mengkampanyekan stay at home dan physical distancing turut memberikan andil sepinya perayaan ‘Idul Fitri pada tahun ini.  Kebijakan ini diambil sebgai salah satu usaha untuk menahan laju penularan Covid-19. Pemerintah menganjurkan untuk sementara waktu melakukan shalat ‘id di rumah dengan keluarga inti. Silaturrahim diganti dengan daring, memanfaatkan medi on line untuk bermaaf-maafan dengan sanak saudara dan kerabat.  Walaupun demikian, sejatinya tidak ada yang berkurang dari makna ‘Idul Fitri sebagai sebuah pesan ...

Gus Dur Oh Gus Dur

Satu bulan bergelut dengan buku Greg Barton yang menulis tentang biografi Gus Dur, membuat waktu selama WFH menjadi sangat berarti. Sudah sejak lama buku putih itu saya tenteng kemana-mana, semakin saya baca ke tengah semakin asyik dan menarik saja. Isinya begitu mengalir dan runtut dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami.  Buku ini dicetak pertama kali pada bulan Juni 2003, sungguh saya sangat terlambat membaca buku ini dan buku ini hanya saya pampang di rak perpustakaan pribadi saya tanpa ada keinginan untuk membacanya, walaupun sebenarnya buku karya Greg ini sudah lama saya beli ketika berziarah ke makam Gus Dur. Keinginan membaca buku ini muncul ketika warga Nahdliyin dihebohkan dengan buku "Menjerat Gus Dur" karya jurnalis muda Virdika Rizky Utama.  Cerita tentang Gus Dur menguak kembali ketika jurnalis muda itu menemukan dokumen-dokumen pelengseran Gus Dur dari kursi kepresidenan di Kantor DPP Golkar. Sontak, buku karyanya laris bak kacang goreng dan undangan semi...