Langsung ke konten utama

Sebelum ke Sana mas, Tanyalah Dulu Apa Yang Harus Diperbuat Bangsa Ini


Judul di atas adalah potongan kalimat yang didawuhkan oleh al-Maghfurlah KH. Adurrahman Wahid Presiden Ke-4 RI pada acara Kick Andy yang dipandu oleh presenter kawakan Metro TV Andy F. Noya. Video yang diunggah sepuluh tahun yang lalu masih sering saya nikmati dan resapi kata-kata yang diungkapkan Gus dur dalam acara tersebut. Tak terhitung berapa kali saya menonton dan tidak ada rasa bosan setiap kali menontonnya. 

Dalam acara tersebut, Andi F. Noya dibuat jegeg (jengkel) oleh Gus dur karena jawaban-jawaban beliau yang terkesan seenaknya sendiri. Namun Gus dur tetaplah Gus dur sosok guru bangsa dan negarawan yang paham betul bagaimana megurus negara ini. Dalam acaranya Andi F. Noya mencoba menggali kisah kehidupan Gus dur mulai dari awal sampai beliau menjabat pucuk tertinggi negara ini. 

Hal yang paling banyak diuber oleh Andi F. Noya seputar pelengseran Gus dur dari kursi kepresidenan. Pelengseran Gus dur adalah hal tragis yang dialamiseorang presiden dalam sejarah bangsa ini, tanpa dibuktikan bersalah di depan hukum, Gus dur akhirnya jatuh dari kursi kepresidenan. 

Dalam wawancara di Metro TV itu, Gus dur dengan santai menanggapi seputar pelengserannya. Beliau sadar bahwa pelengserannya adalah proyek politik DPR-MPR atas orang-orang yang tidak senang terhadap sepak terjangnya. Ketika beliau ditanya mengapa tidak melawan? Beliau menjawab bahwa tidak ada jabatan yang perlu dipertahankan dengan tetesan darah dan perang saudara. Lebih baik lengser, dengan tetap memperjuangkan kebenaran melalui cara lain. 

Selanjutnya, pertanyaan yang membuat saya selalu ingat dan begitu menusuk ketika beliau ditanya, "siapa presiden setelah ini Gus?" Gus dur menjawab, "mas, sebelum ke sana tanyalah dulu, apa yang harus diperbuat bangsa ini?. Bangsa kita ini paling kaya, kenapa melarat semua?. Karena korupsi dibiarkan." 

Jawaban beliau sangat simple dan sederhana. Meskipun bukan orang nomor satu lagi, namun beliau tetap gigih memperjuangkan apa yang mebjadi cita-cita besar negara ini, yaitu kesejahteraan bersama. Pemikiran- pemikiran inilah yang sekarang dirawat dan diteruskan oleh pengagum beliau dan sekaligus renungan bagi kita semua. Kita yang masih hidup setelah beliau harus bersama-sama menjaga bangsa ini. Tak terhitung rasanya anugerah dan nikmat yang diberikan pada bangsa ini, kekayaan, kedamaian, dan ketentraman. Gus dur akan selalu hidup lewat warisan pemikiran-pemikiran beliau. Guru bangsa ini akan senantiasa melihat dan tersenyum dari sana apa yang diperbuat oleh generasi berikutnya. Al fatihah kagem Gus dur. Selamat haul Gus dur 2020. 

Komentar